Punya Banyak Batu Bara, RI Ogah Kembangkan Nuklir

Meski sejumlah negara ASEAN tengah sibuk mengembangkan nuklir, Indonesia memastikan belum membutuhkan nuklir untuk memenuhi kebutuhan energi di Tanah Air. Apa alasannya?

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Tumiran mengatakan, Indonesia masih memiliki sumber energi batu bara untuk memenuhi kebutuhan listrik. Diperkirakan cadangan batu bara Indonesia masih cukup hingga 2050.

"Sekarang kita kejar Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU), karena lebih murah kalau batu bara. Tidak ada kita kejar nuklir.  Kita cukup sampai 2050," kata Tumiran dalam acara Coffe Morning di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Jakarta, Jumat (21/3/2014).

Menurut dia, cadangan batu bara tersebut saat ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik, namun syaratnya adalah tidak diekspor.
Indonesia, lanjut Tumiran, seharusnya mencontoh negara produsen batu bara lain yang sudah melakukan pelarangan ekspor dan memanfaatkan

Tumiran mengungkapkan, negara lain yang menjadi produsen batubara juga sudah melakukan pelarangan ekspor dan memanfaatkannya untukmemenuhi kebutuhan enegi dalam negeri.

"Negara lain tidak ekspor batu bara, China tidak ekspor," ungkap Tumiran.

Ia menambahkan, saat ini energi nuklir sedang tumbuh di Asia Tenggara. Meski beberapa tahun lalu mengalami perlambatan karena kebocoran rekator nuklir Fukushima Jepang.

"Nuklir negara Asean ini tumbuh. Setelah terbatasnya fosil, ini kelihatan growth-nya nambah, Arab Saudi, Turki, Vietnam, Malaysia, katanya ground breaking-nya 2030," pungkasnya.

Source : http://bisnis.liputan6.com/read/2026056/punya-banyak-batu-bara-ri-ogah-kembangkan-nuklir